A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 152

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 152
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 157

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 157
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 175

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 175
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 459

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 459
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 461

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 461
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 461

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 461
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

Info & Kesehatan

Customer Service (022) 2034386 | IGD (022) 2038008

RUMAH SAKIT ADVENT

Info & Kesehatan

Berita & Informasi


Berita dan informasi terbaru seputar kesehatan dan Rumah Sakit Advent Bandung
20 FEB
THYPOID admin

Apa itu Thypoid?

Penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi atau Salmonella parathypi A, B, dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan) dan septicemia (tidak menyerang usus), masyarakat mengenalnya dengan tifus.

 

Penyebab Thypoid

Penyebab typhoid adalah kuman Salmonella typosa dan Salmonella parathypi A, B, dan C memasuki saluran pencernaan. Penularan Salmonella typhi dapat ditularkan melalui berbagai cara, yang dikenal dengan 5F yaitu: Food (makanan), Fingers (jari tangan /kuku), Fomitus (muntah), Fly (lalalt), dan melalui Feses (kotoran).

Penyebab lain dari penyakit Typhoid adalah:

  1. Makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella Typhi
  2. Makanan mentah atau belum masak
  3. Kurangnya sanitasi dan Higienitas
  4. Daya tahan tubuh yang menurun

Gejala Thypoid

  • Demam dengan panas yang makin lama makin tinggi, gejala ini biasanya terjadi pada minggu kedua dan ketiga selama 7-10 hari dan baru turun perlahan-lahan pada minggu keempat.
  • Sering mengigau dan ingatan menurun serta gangguan kesadaran.
  • Hilangnya nafsu makan, mual, muntah, dan perut terasa sakit.
  • Nyeri otot
  • BAB tidak teratur, sembelit dan diare.
  • Sakit kepala yang hebat, menggigil dan pucat.
  • Batuk dan peradangan pada cabang tenggorokan
  • Timbul beberapa bercak kecil berwarna merah di daerah dada dan perut
  • Pada mulut nafas berbau tidak sedap, bibir kering dan pecah-pecah, dan lidah kotor

 Pemeriksaan Penunjang

  1. Pemeriksaan leukosit
  2. Pemeriksaan SGOT dan SGPT
  3. Biakan darah
  4. Uji Widal

 Diet

  1. Makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin dan protein
  2. Tidak mengandung banyak serat
  3. Tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas
  4. Makana lunak diberikan selama istirahat

Cara Pengobatan

  1. Klien diistirahatkan 7 sampai 14 hari
  2. Pergerakan bertahap
  3. Obat-obatan

Pencegahan di Masa Mendatang

  1. Mencuci tangan
  2. Tidak memakan dan minum mentah
  3. Menjaga sanitasi dan higienisasi makanan, diri, dan lingkungan
  4. Melakukan vaksin

Cuci tangan di bawah air mengalir menggunakan sabun selama 40-60 detik

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

22 JAN
DIARE admin

Apa itu Diare?

Frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali sehari pada bayi dan 3 kali sehari pada anak dengan konsistensi feses yang cair berwarna hijau, atau dapat pula bercampur dengan darah atau lendir saja.

Penyebab Diare

  • Faktor infeksi
  • Faktor makanan
  • Faktor malabsorpsi
  • Faktor psikologis

 Pemeriksaan Penunjang

  1. Pemeriksaan tinja:
  2. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah, dengan menentukan PH dan cadangan alkali dan analisa gas darah.
  3. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal
  4. Pemeriksaan elektrolit terutama Kadar Na, K, Kalsium, dan Posfat.
  1. Maksroskopis dan mikroskopis
  2. Ph dan kadar gula dalam tinja
  3. Bila perlu diadakan uji bakteri

 Gejala Diare

  • BAB sering, lembek, dan cair
  • Mual, muntah, dan panas (suhu >370C)
  • Nyeri perut
  • Penurunan berat badan
  • Nafsu makan turun
  • Kulit dan mulut kering
  • Mata cowong
  • Gelisah dan rewel
  • Kesadaran menurun

 Diet

  1. Perbanyak asupan cairan yang mengandung elektrolit
  2. Pilih makanan rendah serat, seperti: apel, pisang, dan semangka.

Panduan Pasien Pasca Rawat Inap

Obat

Konsumsi obat yang diberikan dokter untuk perawatan di rumah secara teratur sesuai instruksi dokter.

Pencegahan di Masa Mendatang

  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  • Menutup makanan dan minuman
  • Mencuci makanan/sayuran sebelum diolah
  • Selalu minum air yang sudah dimasak
  • Menjaga kebersihan diri

Bahaya Diare

  • Seseorang dengan diare tidak merasa lapar
  • Zat-zat gizi hilang dari tubuh
  • Kehilangan cairan tubuh
  • Lesu dan lemas
  • Penderita dapat meninggal bila kehilangan cairan tubuh lebih banyak

 

Komplikasi

  • Dehidrasi
  • Renjatan hipovolemik
  • Kejang
  • Bakterimia
  • Malnutrisi
  • Kekurangan glukosa

 

Penatalaksanaan di Rumah

  1. Segera beri banyak minum
  2. Teruskan pemberian makan
  3. Segera bawa anak ke rumah sakit jika menemukan tanda-tanda sebagai berikut:
    • Diare terus-menerus
    • Muntah berulang
    • Demam
    • Ada lendir dan darah dalam tinja
    • Rasa haus yang nyata
    • Makan/minum sedikit

Jangan Lupa Kontrol! Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

22 JAN
DEMAM BERDARAH DENGUE admin

Apa itu Demam Berdarah Dengue?

Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Penyebab Demam Berdarah Dengue

Penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh gigitan  nyamuk Aedes Aegupti pada pembuluh darah.

Ciri-ciri nyamuk tersebut adalah:

  1. Tubuhnya belang hitam putih
  2. Mengigit pada siang hari
  3. Berkembang biak pada air bersih dan jernih yang tidak mengalir

Pemeriksaan Penunjang

Demam dengue dapat didiagnosis menggunakan pengujian laboratorium mikrobiologis untuk memeriksa tingkatan thrombosit dalam darah bagi penderita penyakit tersebut.

Gejala Demam Berdarah Dengue

  1. Demam tinggi 2-7 hari disertai menggigil, kruang nafsu makan, nyeri pada persendian, serta sakit kepala.
  2. Pendarahan dibawah kulit kepala: berupa bitnik-bintik merah pada kulit, mimisan, gusi berdarah, muntah darah dan BAB berdarah.
  3. Nyeri perut (ulu hati) tapi tidak ada gejala kuning.
  4. Mual dan muntah.
  5. Terjadi syok atau pingsan pada hari ke 3 – 7 secara berulang-ulang. Dengan tanda syok yaitu: lemah, kulit dingin, basah, dan tidak sadar.

Diet

Untuk diet yang tepat bagi penderita demam berdarah sebenarnya tidak ada yang spesifik selain memenuhi kebutuhan cairan yang cukup. Cairan yang dianjurkan diminum bagi penderita demam berdarah adalah:

Air putih

Air kelapa

Jus buah-buahan (seperti apel atau pisang)

Susu

Cairan gula garam


Pencegahan di Masa Mendatang

  1. Membersihkan lingkungan
  2. Menutup rapat tempayan, drum, dan tempat penampungan air lainya, agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat-tempat itu.
  3. Membakar, membuang/mengubur sampah yang dapat menampung air.
  4. Bersihkan bak mandi tiap minggu
  5. Jangan menggantung baju
  6. Lakukan penyemprotan
  7. Gunakan serbuk abate pada air afar nyamuk tidak berkembang biak.

 

Jangan Lupa Kontrol! Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

18 JAN
HIPERTENSI admin

Apa itu Tekanan Darah?

Saat jantung Anda berdetak, ia memompa darah ke seluruh tubuh untuk membawa sumber energy dan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Aliran darah ini menekan dinding pembuluh darah. Kekuatan tekanan inilah yang disebut dengan “tensi” atau “tekanan darah”.

Makna Angka Tekanan Darah

Ketika kita diukur tekanan darah, ada dua angka (nilai) yang dituliskan, misalnya: 120/80 (baca ‘120 per 80 ‘), angka tersebut memiliki makna:

  1. Angka ‘120’ adalah tekanan darah sistolik. Angka ini merupakan level tertinggi tekanan darah ketika jantung Anda berdetak.
  2. Angka ‘80’ menunjuk pada tekanan diastolic yang merupakan level terendah tekanan darah ketika jantung berelaksasi (fase diantara dua detak jantung).

Keduanya memiliki makna yang sangat penting. Semakin tinggi angkanya, semakin besar kemungkinan Anda mengalami masalah kesehatan di kemudian hari. Maka dari itu penting mengetahui tekanan darah Anda, dan turunan jika perlu.

Apa itu Tekana Darah Tingg/ Hipertensi?

Disebut tekanan darah tinggi atau hipertensi jika tekanan darah secara konsisten lebih dari 140/90. Sayangnya, tidak ada gejala sampai timbul komplikasi.

Apakah Hipertensi itu Berbahaya?

Perlahan tapi pasti, hipertensi yang tidak dikontrol dapat merusak organ tubuh, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke (pecah pembuluh darah di otak, atau matinya jaringan saraf di otak karena aliran darah ke otak tidak lancer), kerusakan jantung, ginjal, saraf, gangguan memori, seperti: dimensia, bahkan komplikasi yang paling fatal adalah kematian.

Penyebab Hipertensi

Hampir tidak ada penyebab tunggal, biasanya multifactor akibat kebiasaan buruk, seperti:

  • Konsumsi garam dan lemak berlebihan
  • Merokok
  • Minuman beralkohol
  • Kegemukan
  • Kurang berolahraga
  • Stress

Selain itu, faktor keturunan dan usia tua juga turut memiliki andil timbulnya risiko hipertensi.

Gejala Hipertensi

  • Pusing
  • Rasa berat di tengkuk
  • Mudah marah
  • Telinga berdenging
  • Tidur
  • Sesak napas
  • Mudah lelah
  • Mata berkunang-kunang

Bagaimana Menurunkan Tekanan Darah?

Kurangi konsumsi garam

Mengkonsumsi terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah. Ada garam yang ‘tersembunyi’ dalam berbagai jenis makanan. Berhati-hatilah. 

Konsumsi lebih banyak buah dan sayuran

Konsumsi porsi lebih sayuran dan buah-buahan setiap hari dapat membantu Anda dalam menurunkan tekanan darah. Menikmati porsi 80 gram buah sebelum makan sangat membantu. 

Hindari merokok dan minuman beralkohol

Merokok dan kebiasaan minum-minuman beralkohol, seperti: tuak,arak,bir, dll dapat meningkatkan tekanan darah.

Kendalikan Stress

Pelajari cara-cara mengendalikan stress, perbanyak bersyukur, dan berbahagia.

Minum obat penurun tensi

Umumnya orang yang hipertensi membutuhkan satu atau lebih obat untuk mengontrol tekanan darahnya. Minum obat mungkin kurang menyenangkan, tapi itu sangat penting untuk mencegah serangan jantung dan stroke.

 

Jaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan meningkatkan tekanan darah. Diet seimbang dan olahraga teratur dapat membantu menjaga berat badan Anda, sehingga jantung dan pembuluh darah Anda dalam kondisi baik.

 

Klasifikasi Tekanan Darah Orang Dewasa

 

Kategori

Sistolik

 Diastolik

Normal

< 130

< 85

Normal Tinggi

130 - 139

85 – 89

Hipertensi Ringan

140 - 159

90 – 99

Hipertensi Sedang

160 - 179

100 – 109

Hipertensi Berat

180 - 209

110 – 119

Sangat Berat

> 210

> 120

 

Klinik Penyakit Dalam

dr. Edward Taliwongso, Sp.PD.

dr. Ruddy Satigi, Sp. PD.

dr. Adelina Yasmar, Sp. S. (K)

dr. Iskandar, Sp.P

 

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

15 JAN
Batu Empedu admin

Apa itu Batu Empedu?

Timbunan Kristal di dalam kantung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan disebut kolelitatisis. Sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitias.

Batu epmpedu merupakan endapan satu atau lebih komponen empedu kolesterol, bilirubin, garam empedu, kalsium, protein, asam lemak, dan fosfolipid.

 

Faktor Risiko

Faktor risiko batu empedu dikenal dengan singkatan 4 F, yaitu: Forty, Female, Fat, dan Family, artinya batu emepdu lebih umum ditemukan pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, wanita, kegemukan, dan punya riwayat keluarga dengan batu  empedu.

Usia lanjut. Batu empedu jarang sekali menyerang di bawah 25 tahun. Sekitar 30% lansia diperkirakan memiliki batu empedu, meskipun kebanyakan tidak menimbulkan gejala.

Wanita lebih banyak terkena batu empedu dibandingkan pria. Pada wanita insidenny sekitar 2 per 1000 dibandingkan pria, yaitu 0,5 per 1000 pria. Pada wanita hamil, kandung empedu menjadi lebih rendah dan batu empedu bisa berkembang. Hormon dari wanita saat penggunaan pil KB juga diduga ikut berperan.

Pemeriksaan Penunjang

  • Tes darah
  • Tes darah bisa dilakukan untuk memeriksa apakah terjadi infeksi atau untuk memeriksa fungsi hati
  • USG
  • CT Scan
  • Kolangiografi


 

Gejala Batu Empedu

Dalam banyak jasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala. Bila menimbulkan gejala biasanya karena batu empedu menyumbat saluran empedu sehingga menimbulkan:

 

Nyeri yang sangat hebat di perut bagian kanan atas, yang mungkin menyebar hingga ke tulang belikat, bahu, dan dada.

Mual dan muntah

Air seni dan tinja berubah menjadi kecoklatan

Gejala khas infeksi berupa demam akan muncul, yang disertai penyakit kuning, infeksi dapat terjadi di kandungan empedu (kolesistitis), saluran empedu (kolangitis), atau pancreas (pankreastitis)


 

Diet

  1. Kurangi makanan berlemak
  2. Hindari makanan yang digoreng
  3. Bumbu-bumbu yang merangsang
  4. Makanan dengan kadar gula tinggi
  5. Hindari makanan yang bergas tinggi seperti: kol, lobak, sawi, dll.
  6. Hindari minuman bersoda

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

Penanganan

  1. Obat-obatan
  2. Pembedahan

Selain untuk memerangi kolik akut dan rasa nyeri, obat-obatan juga dapat digunakan untuk memecah batu empedu. Pengobatan setidaknya 6 sampai 12 bulan dan berhasil pada 40-80% kasus. Penggunaan obat direkomendasikan bila gejala ringan dan batu-batunya kecil atau operasi dinilai terlalu berisiko.

Untuk informasi selanjutnya hubungi”

Bagian Gizi RS. Advent

(022) 203 4386 Ext. 178

12 JAN
INFEKSI SALURAN KEMIH admin

Apa itu ISK?

Suatu keadaan dimana adanya suatu proses peradangan yang akut ataupun kronis dari ginjal ataupun saluran kemih yang mengenail pelvis ginjal, jaringan interstisial dan tubulus ginjal (pielonefritis), atau kandung kemih (Cystitis), dan urethra (uretritis).

Infeksi Saluran Kemih (ISK) ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  1. Infeksi saluran kemih bagian atas : Pyelonefritis
  2. Infeksi saluran kemih bagian bawah : Cystitis

Penyebab ISK

Sembilan dari sepuluh kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. Coli yang umumnya hidup di dalam usus besar dan sekitar anus.

Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil.

ISK juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu.

Gejala ISK

  1. ISK Bawah
  2. ISK atas

Infeksi yang terjadi di uretra dan kandung kemih.

Gejala-gejala ISK adalah:

  1. Rasa ingin selalu buang air kecil
  2. Nyeri atau perih saat buang ari kecil
  3. Rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah
  4. Seperti ada tekanan pada panggul
  5. Nyeri punggung
  6. Bau urin yang sangat menyengat
  7. Warna urin yang keruh bahkan kadang-kadang bercampur darah

Infeksi yang terjadi di ureter dan ginjal. Gejala- gejalanya antara lain:

  1. Diare
  2. Mual dan muntah
  3. Demam dan tubuh yang menggigil
  4. Nyeri pada bagian selangkangan, pinggang, bahkan punggung

Pemeriksaan Penunjang

  • Tes urin dan darah
  • CT Scan
  • Sistoskopi

Diet

  • Anda harus minum banyak air yang dapat membantu melancarkan saluran Anda dan juga tubuh Anda.
  • Makan buah-buahan dan sayur-sayuran secukupnya.

Bila ada pertanyaan hubungi dokter Anda.

Pencegahan di Masa Mendatang

  • Jika Anda selesai buang air besar maupun kecil, bersihkanlah dengan menggunakan tisu maupun air dari arah depan ke belakang.
  • Minumlah banyak air karena dengan Anda sering kencing, maka bakteri akan terbuang dan sulit berkembang biak
  • Segera buang air kecil dan berihkan organ intim Anda setelah berhubungan intim dengan pasangan.
  • Hindari penggunaan alat kontrasepsi diafragma atau kondom berlapis spermisida.
  • Jika ISK sangat sering terjadi, mintalah dokter untuk meresepkan obat antibiotic pencegahan ISK.

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

08 JAN
Dispepsia admin

Apa it Dispepsia?

Merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/ sakit diperut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada.

Gejala Dispepsia

  1. Nyeri perut (abdominal discomfort)
  2. Rasa perih di ullu hati
  3. Mual, kadang-kadang sampai muntah
  4. Nafsu makan berkurang
  5. Rasa lekas kenyang
  6. Perut kembung
  7. Rasa panas di dada dan perut
  8. Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba)

Penyebab Dispepsia

  1. Perubahan pola makan
  2. Pengaruh obat-obatan yang dimakan secara berlebihan dan dalam waktu yang lama
  3. Alcohol dan nikotin rokok
  4. Stres
  5. Tumor atau kanker saluran pencernaan

 

Pemeriksaan Penunjang

  • Endoskopi sakuran cerna bagian atas dan biopsy
  • USG Abdomen
  • Laboratorium

Bila ada pertanyaan hubungi dokter Anda/

Diet

Diet lunak, mudah cerna, tidak merangsang pencernaan serta banyak minum. Hindari makanan yang bergas atau asam.


Panduan Pasien Pasca Rawat Inap

Obat

Konsumsi obat yang diberikan dokter untuk perawatan di rumah secara teratur sesuai instruksi dokter.

Kegiatan

  • Istirahat
  • Menghindari kegiatan fisik yang berlebihan
  • Olahraga teratur selama 30 menit, 2-3 kali/ minggu

Pencegahan di Masa Mendatang

  • Menghindari makanan dan minuman yang dapat mengganggu pencernaan atau tidak higienis.
  • Menghindari stress fisik dan psikologis.

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

05 JAN
STROKE admin

Apa itu Stroke?

Defisit neurologis berhubungan dengan aliran darah serebral yang disebabkan oleh oklusi atau stenosis pembuluh darah embolisme, trombosit, atau hemarogi yang dapat mengakibatkan iskemia.

Stroke terbagi 2 (dua):

  • Stroke PIS

Pendarahan intra serebral terjadi spasme pembuluh darah yang menimbulkan iskemik, lunaknya jaringan otak serta rekrosin dinding pembuluh darah sehingga timbul pendarahan yang bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah

  • Stroke Infark

Tanpa pendarahan yang disebabkan iskemik selebri thrombosis selebri dan emboli selebri yang berakibat otak mengalami anoxia dan hypoxia serta dapat menyebabkan kematian jaringan otak

 Penyebab Stroke

  • Hipertensi/darah tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Jantung
  • Obesitas/ kegemukan
  • Pola aktivitas yang kurang baik
  • Perokok atau peminum alcohol
  • Hiperkolesterol
  • Trauma kepala

Gejala stroke

  • Ganggguan tonus otot, terjadi kelemahan umum
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan tingkat kesadaran
  • Gangguan irama jantung
  • Emosi labil
  • Kesulitan menelan
  • Gangguan rasa pengecapan dan penciuman
  • Gangguan fungsi bahasa (kesulitan mengungkapkan kata)

Pemeriksaan Penunjang

  • CT Scan: akan dapat menemukan daerah yang kepadatannya menurun, digunakan unutk membedakan adanya perdarahan infark, iskemia, hematom, odema.
  • Angiografi: digunakan untuk mencari penyumbatan darah dan menentukan penyebab

 Penanganan Stroke

  1. Segera penderita dibawa ke RS untuk penanganan yang tepat.
  2. Penderita akan dilakukan pemeriksaan CT Scan otak untuk menentukan jenis stroke yang dialami.
  3. Terapi yang diberikan sesuai dengan jenis stroke yang dialami
  4. Fisioterapi secara rutin.

 Pencegahan Serangan Stroke

  1. Pola makan sehat

Hindari:

  • -Kolesterol   : Lemak, santan, gajih, gorengan.
  • -Asam urat    : jeroan, udang, kepiting, kacang, emping.
  • -Rokok, alcohol, dan kopi.
  • -Sayur-sayuran dan buah-buahan
  • -Penyakit darah tinggi
  • -Penyakit kencing manis
  • -Penyakit jantung
  • -Kadar lemak darah tinggi

Dianjurkan :

  1. Pola hidup sehat
  • –Olahraga teratur
  • –Tidur teratur
  • –Hindari kegemukan
  • –Pikiran rileks
  1. Kendalikan faktor risiko
  1. Minum obat untuk memperlancar aliran darah, secara teratur agar terhindar dari serangan stroke berikutnya.

Panduan Pasien Pacsca Rawat Inap

  • -Perawatan fisik
  • -Terapi bicara
  • -Terapi Bahasa
  • -Pelayanan medis atau psikologis khusus
  • -Rekreasi terapeutik

Latihan Pergerakkan Anggota Tubuh yang Mengalami Kelemahan/ Kekakuan

  • Ubah posisi minimal setiap 2 jam (terlentang, miring kanan, miring kiri)
  • Lakukan rentang gerak aktif dan pasif pada tangan dan kaki
  • Perhatikan kulit terutama pada daerah-daerah yang menonjol
  • Sokong tangan dan kaki dalam posisi fungsional

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD


01 JAN
Gastritis (Maag) admin

Apa itu Gastritis?

Gastritis biasanya orang awam mengenalnya sebagai Maag, merupakan peradangan yang terjadi akibat meningkatnya sekresi asam lambung yang mengakibatkan iritasi/perlukaan pada lambung.

Macam Gastritis:

  • Gastritis Akut
  • Gastritis Menahun

Penyebab Gastritis

  • Stress
  • Mengkonsumsi alcohol
  • Merokok
  • Obat-obatan (terutama obat pengurang rasa sakit)
  • Infeksi, bakteri, atau virus.
  • Sekresi cairan pancreas atau empedu yang mengalir kembali ke lambung.
  • Bahan- bahan yang bersifat korosif (merusak)
  • Terlambat makan

Bagaimana gejalanya?

  • Akut
  • Kronis

Peradangan lapisan dalam lambung yang bersifat akut. Lapisan dalam ini mengalami luka-luka.

Tanda dan gejala:

  • Nyeri ulu hati
  • Bila ulu hati ditekan, akan terasa nyeri
  • Mual dan ingin muntah
  • Tidak nafsu makan

Peradangan lapisan dalam lambung yang bersifat menahun.

Tanda dan gejala:

  • Nyeri ulu hati dan bisa berkurang bila sudah ada makana yang masuk
  • Nyeri bisa disertai dengan mual dan muntah
  • Tidak selera makan dan badan kurus
  • Tidak tahan makanan yang berbumbu atau mengandung banyak lemak

Bila ada pertanyaan hubungi dokter Anda.

Diet

  • Membuat jadwal serta pola makan teratur jumlah atau porsi kecil-kecil.
  • Hindari konsumsi makanan pemicu asam lambung seperti: makana pedas,tart, keju, nangka, durian, kedondong, kol, sawi, dll.
  • Jangan minum-minuman yang memicu produksi asam lambung, seperti: sari buah sitrus, kopi, minuman beralkohol, anggur putih, dll.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang Gastritis:

  • Kadar serum gastrin rendah atau normal, atau meninggi pada gastritis kronik yang berat.
  • Endoskopi dengan menggunakan gastroscopy untuk melihat kelainan mukosa lambung.

Penting Diingat!

  • Makan dengan gizi seimbang 3 kali sehari
  • Makan snack di antara waktu makan
  • Hindari makan-makanan yang dapat memperberat nyeri
  • Lakukan relaksasi dan hindari stress
  • Sediakan obat antasida
  • Berhenti merokok

Apa yang Dilakukan Untuk Mencegahnya?

  • Berikan antasida untuk gejala awal yang dirasakan
  • Usahakan konsumsi makanan yang dihaluskan (bubur, agar-agar, sup krim)
  • Hindari makanan yang dapat merangsang (cabe, merica, dan asam-asaman atau makanan yang berminyak)

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

© 2017 RS Advent Bandung