A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 152

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 152
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 157

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 157
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 175

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 175
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 434

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 434
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 436

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 436
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: lang

Filename: controllers/Website.php

Line Number: 436

Backtrace:

File: /home/rsadvent/html/application/controllers/Website.php
Line: 436
Function: _error_handler

File: /home/rsadvent/html/index.php
Line: 324
Function: require_once

Info & Kesehatan

Customer Service (022) 2034386 | IGD (022) 2038008

RUMAH SAKIT ADVENT

Info & Kesehatan

Berita & Informasi


Berita dan informasi terbaru seputar kesehatan dan Rumah Sakit Advent Bandung
01 NOV
PERESMIAN NEUROSURGICAL CENTER DAN PENGGUNAAN 2 KENDARAAN AMBULANCE YANG BARU Admin

PERESMIAN NEUROSURGICAL CENTER DAN

PENGGUNAAN 2 KENDARAAN AMBULANCE YANG BARU

 

NEUROSURGICAL CENTER

Rumah Sakit Advent Bandung kembali bersyukur atas berkat Tuhan dengan penambahan pelayanan maupun fasilitasnya.  Diawal bulan Nopember 2017 telah diadakan peresmian terhadap layanan baru yaitu Neurosurgical Center.  Suasana gembira nampak di wajah Pengurus dan Direksi serta seluruh PSP (Pimpinan dan Staf, Pelaksana) yang hadir dimana acara tersebut diawali dengan renungan firman Tuhan oleh Pdt. S. Sarjono.

Dalam renungannya Pdt. S. Sarjono mengulas tentang doa seorang tokoh Alkitab perjanjian lama yang bernama Yabes.  Doa mohon berkat yang berkelimpahan, perluasan wilayah dan perlindungan.  Hal ini juga merupakan harapan RS. Advent Bandung.  Dengan penambahan layanan ini maka doa dan harapan kami bersama adalah bahwa Tuhan akan memberkati dengan limpah pelayanan ini untuk menjadi saluran berkat juga bagi pasien yang datang.

Dalam sambutannya Dr. dr. Roy D. Sarumpaet, Sp. THT-KL., Direktur RS. Advent Bandung, begitu antusias menjelaskan bahwa tambahan layanan Neurosurgical ini sebagai salah satu kebutuhan masyarakat yang penting dan bahwa kita beruntung karena tenaga-tenaga yang ahli dibidangnya berkomitmen untuk mensukseskan layanan baru ini.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Bpk. B. F. Sihotang, MBA, Ketua Umum Pengurus Yayasan RS. Advent Bandung serta mengajak semua karyawan untuk selalu bersyukur kepada Tuhan.  Berkat Tuhan selalu diberikan bagi kita dan tambahan layanan ini biarlah dapat digunakan dengan maksimal untuk melayani masyarakat.

 

DUA UNIT AMBULANCE

Setelah selesai dari lantai 7 untuk mendoakan ruangan dan fasilitas untuk Neurosurgical Center maka semua berpindah ke lantai dasar / basement dimana dua unit kendaraan ambulance yang baru berada.

Sambutan oleh Wakil Direktur Keuangan sekaligus sebagai Bendahara Pengurus Yayasan mengatakan bahwa ini adalah realisasi rencana kerja dan merupakan terobosan yang disampaikan oleh Direktur dengan memesan sekaligus 2 ambulance yang tidak terlalu besar agar lebih gesit dan lincah masuk ke tempat-tempat yang jalannya kecil.  Satu ambulance akan digunakan di Klinik Pratama Advent yang berlokasi di Tamansari.

Dr. dr. O. Tampubolon, MHA sebagai Sekretaris Umum Pengurus Yayasan juga menyambut dengan baik pengadaan ambulance ini dan mengajak semuanya untuk selalu mensyukuri berkat-berkat Tuhan kepada Rumah Sakit Advent Bandung.

 

Harapan kita bersama bahwa dengan penambahan pelayanan dan fasilitas yang baru akan menambah semangat kita melayani sesama untuk menjadi provider layanan kesehatan yang unggul di kota Bandung.

  

05 NOV
Pengapuran Sendi atau Osteoartritis Web Admin RSA

Apa itu osteoartritis (OA)?

           Osteoartritis adalah suatu penyakit kronis yang mengenai sendi dan tulang di sekitar sendi tersebut. Masyarakat awam mengenal osteoarthritis sebagai pengapuran sendi.  

Dulu OA dianggap penyakit degeneratif, atau penyakit orang tua karena sendi menjadi aus atau usang, namun dewasa ini diketahui melalui penelitian-penelitian ternyata selain akibat aus terdapat proses peradangan yang mempengaruhi kerusakan pada sendi tersebut, walaupun peradangan yang terjadi tidak sehebat penyakit radang sendi yang lain seperti artritis reumatoid.

Selain diakibatkan oleh aus, osteoartritis juga dapat disebabkan oleh karena trauma atau akibat dari penyakit sendi yang lain (sekunder). Tulang rawan yang terdapat di antara sendi berfungsi sebagai bantalan pada saat sendi dipakai, namun karena bagian ini rusak maka permukaan tulang pada sendi tersebut saling beradu sehingga timbul rasa nyeri, bengkak dan kaku.

Gejala klinis

            Keluhan yang dirasakan pasien OA adalah nyeri pada sendi, terutama sendi yang menyangga berat tubuh (seperti sendi lutut atau pinggang). Nyeri terutama dirasakan sesudah beraktivitas menggunakan sendi tersebut, dan berkurang jika istirahat.

Kadang-kadang timbul rasa kaku di sendi tersebut pada pagi hari sesudah bangun tidur, berlangsung kurang dari 30 menit. Kaku ini akan membaik setelah digerak-gerakkan beberapa saat. Bila digerakkan bisa terdengar bunyi “krek” krepitus. Setelah beberapa waktu kemudian penyakit ini dapat memberat sehingga terasa nyeri juga pada saat sedang istirahat. Penekanan pada beberapa bagian tertentu di sekitar sendi yang nyeri akan terasa sakit. Gerak sendi juga menjadi terbatas karena nyeri.

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat menegakkan diagnosis OA, namun pemeriksaan radiologi (rontgen) dapat membantu, walaupun hasilnya seringkali tidak sesuai dengan gejala yang dirasakan pasien. Pada rontgen dapat terlihat gambaran celah sendi yang menyempit, tumbuh tulang kecil (osteofit) dan terjadi sklerosis (pengapuran) disekitar sendi yang terkena tersebut.

 

Faktor risiko OA

          Usia tua merupakan salah satu faktor risiko terjadi OA. Hampir semua orang di atas usia 70 tahun mengalami gejala OA ini, dengan tingkat nyeri yang berbeda-beda. Sebelum usia 55 tahun perbandingan OA pada pria dan wanita sebanding, namun pada usia di atas 55 tahun lebih banyak pada wanita.

Faktor risiko lain adalah riwayat keluarga dengan OA, berat badan berlebih, pekerjaan yang membutuhkan jongkok atau berlutut lebih dari 1 jam/ hari. Pekerjaan mengangkat barang, naik tangga atau berjalan jauh juga merupakan risiko.

Olah raga yang mengalami trauma pada sendi seperti sepak bola, basket atau voli juga meningkatkan risiko OA. Beberapa penyakit lain yang bisa menimbulkan OA sekunder antara lain artritis reumatoid, gout, hemofilia.

 

Pengobatan

          Osteoartritis tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini biasanya makin lama makin memburuk sejalan dengan usia. Tetapi keluhan OA dapat dikontrol sehingga penderita OA dapat beraktivitas seperti biasa dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa rasa nyeri. Beberapa obat dapat membantu perlambatan kerusakan yang terjadi, mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Selanjutnya jika tetap nyeri walaupun sudah menjalani semua prosedur pengobatan maka pilihan terakhir adalah operasi. Pemasangan sendi palsu pada sendi yang rusak itu dapat membantu pasien-pasien yang tidak respon terhadap terapi.

 Terapi Non Farmakologis:

 

Edukasi:

              Pertama-tama penderita OA harus mengerti dulu apa yang terjadi pada sendinya, mengapa timbul rasa sakit dan apa yang perlu dilakukan, sehingga pengobatan OA dapat berhasil. Pada saat beraktivitas terasa nyeri dan jika istirahat nyeri hilang, sehingga banyak penderita memilih diam, seminimal mungkin melakukan aktivitas agar tidak nyeri, hal ini kurang tepat karena otot-ototnya akan menjadi lemah kalau jarang digunakan, selanjutnya beban ke sendi akan menjadi lebih berat dan pada saat berjalan/ bangun dari duduk nyeri semakin hebat. Pasien OA harus berusaha agar tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari, latihan dan tidak menjadi beban bagi orang di sekitarnya, karena itu edukasi sangatlah penting dalam penanganan penyakit OA ini.

Selain itu penderita harus hati-hati menggunakan obat-obat “stelan”atau beberapa macam “jamu” yang dijual bebas dengan promosi “ dapat menghilangkan rematik atau asam urat” Campuran yang terdapat dalam obat-obat ini kadang dapat berbahaya bagi pasien yang mengkonsumsikannya. Efek samping yang terjadi adalah mata rabun, tulang keropos, tensi darah meningkat, lambung luka bahkan ada yang sampai muntah darah, ginjal terganggu dan bahkan sampai fatal dan menyebabkan kematian. Hindari penggunaan obat-obat seperti ini.

Kompres:

           Jika sendi sedang bengkak maka pilihannya adalah kompres dingin, dan jika sudah teratasi atau rasa kaku maka pilihannya adalah kompres hangat

Menjaga berat badan ideal:

Penting memperhatikan berat badan (BB). Jika BB berlebih harus diturunkan sampai BB ideal. Berat badan yang berlebih akan menjadi beban bagi sendi-sendi yang menopang tubuh, sehingga semakin nyeri.

 

Diet yang seimbang:

          Selama ini banyak mitos yang beredar di masyarakan mengatakan bahwa makan sayur-sayuran hijau atau kacang-kacangan dapat menyebabkan nyeri sendi, hal ini tidaklah tepat. Sayur-sayuran dan kacang-kacangan tidak menyebabkan nyeri sendi. Tidak ada makanan tertentu yang menyebabkan nyeri pada OA, namun makan yang berlebihan sehingga berat badan meningkat akan menambah nyeri, karena menambah beban pada sendi untuk menopang berat badan.

 

Perubahan gaya hidup:

          Hindari posisi atau keadaan yang menimbulkan trauma pada sendi seperti jongkok, lompat, lari, terlalu sering naik-turun tangga atau berdiri terlalu lama.  Tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Jika timbul nyeri istirahatlah sejenak, atasi nyerinya dan kembali beraktivitas. Jika pekerjaan Anda menimbulkan nyeri maka harus melakukan penyesuaian terhadap pekerjaan tersebut, contohnya jika memasak di dapur dan saat berdiri lama timbul nyeri maka usahakan pada saat menyiapkan masakan dapat dikerjakan dalam posisi duduk, sehingga tidak berdiri terlalu lama di dapur. Contoh lain, jika biasanya mencuci baju dalam posisi jongkok, maka gunakan kursi pendek untuk duduk saat mencuci sehingga dapat mengurangi trauma pada lutut.

 

Latihan 

            Menggunakan otot-otot, terutama otot paha bagi mereka yang mengalami OA pada lututnya merupakan terapi yang baik. Cara latihan adalah dalam posisi berbaring terlentang lalu angkat kaki lurus (lutut tidak ditekuk) setinggi 30 derajat lalu pertahankan sampai 8 hitungan (10 detik) kemudian turunkan dan ganti ke kaki sebelahnya. Lakukan secara bergantian selama beberapa kali. Latihan ini dapat menguatkan otot paha jika dilakukan berulang-ulang beberapa kali dalam sehari dengan jumlah yang meningkat secara bertahap dari hari ke hari.

Latihan yang lain adalah menaruh handuk di bawah lutut, lalu dalam posisi berbaring terlentang atau duduk, menekan handuk tersebut dengan cara mengencangkan otot-otot paha kemudian ditahan dalam 8 hitungan (10 detik) kemudian direlaks kan lagi, bergantian paha kiri dan kanan. Latihan ini dilakukan bertahap dan semakin hari semakin meningkat frekuensinya.

 

Olah raga:

         Pilihan olah raga yang dianjurkan pada pasien OA adalah berenang dan bersepeda, kedua olah raga ini tidak menggunakan beban berat tubuh sehingga mengurangi nyeri sendi. Jika tidak memungkinkan untuk kedua olah raga tersebut maka jalan kaki di tempat yang datar dan rata dapat dilakukan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing penderita.

Alat bantu:

Menggunakan alat bantu untuk sendi seperti tongkat, walker, dan “deker”atau suatu alat pelindung untuk sendi dapat membantu dalam melakukan aktivitas. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan alat bantu yang tepat dengan keadaan OA yang diderita.

 

Terapi Farmakologis:

          Parasetamol: merupakan pilihan obat yang cukup aman untuk mengobati OA, kecuali pada mereka yang alergi terhadap obat ini. Obat yang dikenal sebagai tablet penurun panas ini mempunyai efek mengurangi rasa nyeri sehingga dapat digunakan pada OA. Pasien OA perlu mendapat anti nyeri selama waktu tertentu sehingga bisa kembali beraktivitas, melakukan latihan terhadap otot-ototnya supaya otot-ototnya menjadi kuat dan mengurangi beban terhadap sendinya.

 

  •      Obat anti inflamasi non steroid: Penggunaan obat-obat ini harus melalui konsultasi dengan dokter. Efek samping obat-obat golongan ini terutama mengenai lambung, ginjal dan jantung, karena itu sebelum digunakan harus berkonsultasi dengan dokter. Obat golongan ini dapat mengurangi radang yang terjadi di sendi dan sekitarnya, sehingga rasa nyeri akan jauh berkurang.

  •      Obat-obat suplemen: glukosamin, kondrotin, diacerin dan kapsaisin dll, merupakan suplemen untuk OA yang banyak ditemukan dalam masyarakat. Meskipun relatif aman namun sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter, bagaimana manfaatnya, sampai kapan boleh digunakan dan efek apa yang harus diperhatikan.

  •         Suntikan hyaluronat: obat ini diberikan dalam bentuk suntikan langsung ke dalam rongga sendi, berfungsi sebagai pelumas dan menambah cairan sendi. Penggunaannya harus hati-hati dan hanya boleh dilakukan oleh dokter yang ahli dalam menyuntikannya, karena jika tidak tepat atau kurang steril maka akan berbahaya bagi pasiennya. Ada beberapa macam obat dengan kekentalan yang berbeda-beda sehingga penyuntikannya ada yang sekali, atau 2 sampai 5 kali suntik dengan jarak 1x seminggu.

  •      Suntikan kortikosteroid: Obat ini dapat digunakan pada keadaan sendi yang meradang dan bengkak. Dokter akan menyuntikan obat ini setelah mengeluarkan terlebih dahulu cairan berlebihan dari sendi yang bengkak, fungsinya sebagai anti radang. Penggunaan obat ini juga harus hati-hati maksimal 3 kali dalam setahun, karena kalau terlalu sering malah berakibat kerusakan pada sendi itu sendiri (steroid artropati).

 

Terapi bedah

Operasi atau tindakan bedah merupakan alternatif terapi bagi penderita OA yang sudah tidak respon dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi di atas. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Artroskopi: menggunakan alat kecil yang dimasukan ke dalam rongga sendi untuk membersihkan tulang rawan yang rusak

  • Sinovektomi: operasi untuk mengatasi jaringan sendi yang mengalami peradangan

  • Osteotomi: operasi yang dilakukan terhadap salah satu bagian tulang sehingga posisi dan letaknya menjadi lebih baik dan mengurangi rasa nyeri pasien.

  • Penggantian sendi: operasi menggantikan sendi yang rusak dengan sendi baru yang terbuat dari bahan metal.

01 SEP
Pencegahan Luka Borok Tekan Web Admin RSA

Apakah itu Luka Borok Tekan?

Luka yang terjadi pada kulit dengan/tanpa bagian dibawahnya yang biasa terjadi di atas tulang yang menonjol akibat dari penekanan, gesekan, atau  pergeseran pada kulit.


Di mana saja Luka Borok Tekan bisa terjadi?



Mengapa Luka Borok Tekan bisa terjadi?


Siapa saja yang berisiko?


  • Usia Tua

  • Gizi buruk

  • Kencing manis

  • Immobilisasi (tirah baring lama)

  • Demensia (pikun)

  • Penurunan kesadaran

  • Kulit yang terlalu kering akibat kurang minum

  • Kulit yang terlalu lembab akibat mengompol


Bagaimana Mencegahnya?

  1. Sadari adanya risiko pada pasien

  2. Perhatikan  kondisi kulit pasien

    1. Jaga kelembaban kulit dengan cara mengoleskan body lotion, cukup minum, mandi dengan sabun yang mengandung moisturizer

    2. Jangan memijat atau menggosok daerah tonjolan tulang

    3. Hindari penggunaan pampers

    4. Cebok dengan tissue basah non alcohol, jangan diusap dengan kasar

3. Pemberian nutrisi yang cukup untuk pasien

       a. Tawarkan minum sesering mungkin

       b. Berikan makanan tinggi protein


17 AUG
Upacara Perayaan Kemerdekaan RI yang ke 70 Web Admin RSA

Bpk Thomas Trisno Memimpin Uparaca Perayaan Kemerdekaan RI yang ke 70.. Semua Karyawan Rumah Sakit Advent Bandung begitu antusias untuk ikut serta dalam Upacara Perayan Kemerdekaan ini.


09 JUN
Efektifitas Metode Buteyko Pada Anak Usia Sekolah dengan Asma Web Admin RSA

Bagi Anda yang menderita asma, mungkin Anda sering mendengar metode Buteyko atau Buteyko Breathing Technique, yakni teknik pengaturan pernafasan untuk mengatasi sindrom hiperventilasi kronik yang disebabkan oleh kebiasaan over-breathing (bernafas berlebihan). Menurut Profesor Konstantin Buteyko, asal Rusia, hiperventilasi ini dapat menyebabkan berbagai ganguan.

            Kita membutuhkan CO2 dalam konsentrasi tertentu yakni sekitar 6,5%. Sayangnya kandungan CO2 dalam udara bebas sangat sedikit hanya 0,3%. Kondisi hiperventilasi justru akan mengurangi kadar CO2 dalam tubuh kita. Ini berarti, semakin sedikit kandungan CO2 dalam tubuh sama dengan makin berkurangnya jumlah O2 yang tertukar. Selain itu saluran pernafasan akan menguncup lantaran mempertahankan CO2 dalam darah. Kondisi inilah yang memicu penyakit asma, juga bisa mempengaruhi sistem saraf, jantung, keseimbangan asam-basa dan saluran pencernaan.

            Atas semua dasar itu, Buteyko menerapkan prinsip shallow breathing (bernafas dangkal) untuk mencegah serangan sindrom hiperventilasi. Control Pause (CP) untuk  mendeteksi status kondisi asma. Cara untuk bernafas dangkal adalah sebagai berikut :

  • Langkah 1 : bernafas hanya melalui hidung, baik saat menarik nafas dan menghembus nafas. Pastikan mulut tertutup sewaktu bernafas.

  • Langkah 2 : bernafaslah hanya dengan diafragma, tidak dengan pernafasan dada. Atur posisi dan duduklah di depan cermin. Letakan tangan diperut. Perhatikan bahwa tidak terjadi penggunaan otot-otot dada untuk bernafas.

  • Langkah 3 : letakan jari di bawah hidung. Nafas haruslah sangat dangkal dimana hampir tidak terasa pergerakan udara (saat tarikan dan hembusan nafas)

  • Langkah 4 : Pengukuran control pause dan pemeriksaan denyut nadi setelah menyelesaikan tahapan 5 menit seperti yang tersebut diatas.

  • Istirahat

Sebelum memulai tahapan 5 menit berikutnya, sebaiknya istirahat. Untuk memperoleh manfaat yang besar dari latihan Buteyko ini, maka dibutuhkan waktu minimal 20 menit per hari.

  • Cara tes bernafas control pause (CP)

Control Pause untuk mendeteksi status kondisi asma. Caranya siapkan stop watch dan sebuah kursi nyaman untuk duduk dengan tegak. Kemudian mulailah bernafas dengan teratur hanya melalui hidung, dan reguler selama 30 detik atau lebih. Setelah itu, ambil nafas biasa melalui hidung, dan hembuskan biasa. Lalu, tutup perlahan hidung anda dengan ibu jari dan telunjuk, lalu mulailah jalankan stop watch. Tahan terus, sampai anda merasakan kebutuhan untuk bernafas. Lalu, buka hidung anda dan bernafas kembali melalui hidung. Periksa waktu anda, bila kurang dari 10 detik maka anda memerlukan perhatian khusus. Bila 30-40 detik cukup memuaskan, dan bila lebih dari 60 detik berarti baik.

  • Langkah-langkah ini sebaiknya dilakukan  sebelum makan atau menunggu setidaknya dua jam setelah makan karena pencernaan dapat mempengaruhi pernafasan.

 

            Bagaimana metode Buteyko ini dapat dilakukan pada anak usia sekolah yang menderita asma . Tujuan pengobatan asma pada anak-anak adalah agar anak tetap dapat hidup baik dan normal. Meminimalisasi gejala dan kunjungan ke dokter, serta menemukam metode pengobatan yang tepat . Menurut WHO 2011, ada sekitar 235 juta orang menderita asma dan merupakan penyakit kronis yang paling umum diantara anak-anak. Menurut statistik American Academy of Allergy Asthma & Immunology (AAAAI) tahun 2012, asma menyumbang sekitar 500.000 rawat inap setiap tahun dan itu adalah penyebab ketiga peringkat rawat inap di antara anak-anak di bawah usia 15 tahun. WHO pada tahun 2011, kematian akibat asma di Indonesia mencapai 14.624 jiwa. Angka ini berarti asma menyebabkan sekitar 1% total kematian di Indonesia. Sektar 1,1% populasi Indonesia menderita asma.

          Asma adalah suatu kondisi yang menyebabkan penyempitan dan peradangan pada saluran udara paru-paru, sehingga menimbulkan beberapa gejala seperti sesak nafas, batuk, suara mengi saat bernafas dan pembengkakan dan nyeri di paru-paru. Beberapa faktor pemicu asma adalah : (1) Alergen : seperti tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa, jamur dan serbuk sari, (2) Infeksi saluran nafas atas. (3) Irritants lingkungan seperti asap, polusi udara, udara dingin atau kering, wewangian kuat atau senyawa organik yang mudah menguap di semprotan, dan produk pembersih. (4) Berolaraga. (5) Stress. Asma adalah kondisi yang tidak dibatasi oleh usia tertentu. Ia bahkan dapat menyerang anak pada  usia dini sekalipun dan sangat mempengaruhi kualita hidup. Intensitas kambuhnya asma , ternyata dapat dikontrol. Salah satunya dengan melalukan latihan pernafasan.

             Asma yang terjadi pada anak usia sekolah tidak hanya mempengaruhi status fisiologinya tetapi juga dapat mengganggu seluruh kapasitas fungsionalnya sehingga apabila hal ini tidak ditangani dengan baik maka akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut.  Mengingat fakta bahwa anak-anak ini berada dalam fase Industri vs Inferioritas menurut teori tahap perkembangan Psikososial  Erik Erikson penyakit kronis pada eksaserbasi akut dapat menghambat  perkembangan anak karena membatasi kesempatannya untuk melakukan perannya tidak hanya di sekolah dan di rumah tetapi juga di masyarakat. Dengan demikian kegagalan untuk berprestasi  dapat mengganggu perkembangannya.

            Pada usia ini, anak-anak mungkin tidak dapat memahami kompleksitas diagnosis dan pengobatan. Akibatnya kesalapahaman mereka tentang penyakit dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk menangani gejala dan untuk mengatasi pada tingkat fisik dan psikologis. Sehubungan dengan ini perlu untuk memberikan manajemen yang cepat dan tepat untuk mengontrol gejala asma  sehingga dapat meningkatkan kwalitas hidup anak usia sekolah. Hal ini dapat dicapai melalui manajemen farmakologis dan terapi pelengkap lainnya yaitu complementary alternative medicine (CAM) sebagai pengobatan alternativ tambahan yaitu metode Buteyko.

            Buteyko merupakan salah satu pengobatan alternativ yang terbukti dapat mengontrol kejadian asma dan meningkatkan kualitas hidup pada anak dengan asma  hal ini didukung oleh sebuah jurnal yang berjudul “ Effectiveness of Buteyko Method in Asthma Control and Quality of Life of School-age Children”. Yang ditulis oleh Romella et.al. Tahun 2015 hasilnya penggunan metode Buteyko dalam waktu 3-4 minggu sebagai tambahan untuk manajemen konvensional asma dapat membantu di dalam meningkatkan pengontrolan asma dan meningkatkan kualitas hidup anak usia sekolah.

            Penggunaan metode Buteyko sebagai tambahan untuk manajemen konvensional asma menunjukan peningkatan yang signifikan dalam kontrol asma dimana  kebutuhan dalam obat-obatan asma mulai bisa dikurangi dan dalam meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik di antara anak-anak usia sekolah dengan asma bronkial. Dimana kualitas hidup secara normal  di nilai oleh individu sendiri, karena kualitas hidup ditentukan oleh pengalaman-pengalaman subjektif, kondisi-kondisi dan persepsi-persepsi kita. Anak yang mempunyai kualitas hidup yang baik akan mempunyai kepuasan terhadap seluruh aspek hidupnya mulai dari segi fisik, sosial, psikologis mental, dan spiritual. 

 

 

 

 

Grace Evelyn Malinti Skep.Ners

STIKES  JENDRAL  ACHMAD YANI

PRODI KEPERAWATAN S-2  2015.

09 JUN
Utamakan Pola Hidup Sehat Web Admin RSA

Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memerhatikan segala aspek kondisi kesehatan. Mulai dari aspek makanan dan minuman yang dikonsumsi, juga perilaku kita sehari-hari. Baik itu menghindarkan dari segala hal yang bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit bagi tubuh kita. Kesehatan adalah dambaan kita semua. Untuk hidup sehat tentunya kita akan menjalankan aktivitas rutin dengan memerhatikan pola hidup sehat. Kekayaan lahir dan batin tidak akan ada artinya bila kita masih terjebak dalam kondisi atau situasi sakit, baik itu karena virus penyakit atau pun karena tingkah polah kita yang tidak memerhatikan kondisi badan. Pola hidup sehat selalu berhubungan dengan faktor makanan yang menyehatkan serta menjauhkan dari pola makanan tidak sehat yang ke depannya akan menyebabkan hari-hari kita menjadi sakit karena timbulnya penyakit.
      Manusia adalah satu-satunya makhluk yang paling mengutamakan kesehatan, namun dalam mencapai keinginannya untuk mendapatkan kesehatan itu, justru gaya hidup di abad ini sangatlah mengerikan, yaitu semakin bergantung dengan penyediaan makanan yang serba cepat atau siap saji. Pilihan makanan ini disebabkan makin mudahnya akses konektivitas dan menyebabkan kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup seperti ini sepertinya tidak dapat dihindari. Jeleknya lagi, perubahan gaya hidup manusia modern pada dewasa ini diperparah dengan berkurangnya kualitas lingkungan hidup di tempat tinggalnya. Hal yang paling mendasar untuk menjalankan pola hidup sehat adalah dengan mengubah pola pikir supaya hidup mau serius mencanangkan hidup sehat.
      Setidaknya mesti memiliki komitmen untuk menjalankan pola hidup sehat dan praktiknya, seperti pada sisi agama yakni dengan mencari orang atau sosok yang benar-benar mampu sebagai teladan dan mampu memotivasi, mau menyadarkan pentingnya hidup sehat.
Seperti halnya kepandaian atau kecerdasan, kesehatan pun membutuhkan kemampuan supaya bisa serius, agar memiliki tubuh yang sehat, bugar serta prima. Kemampuan ini artinya akan menyesuaikan dengan jenis kelamin pria atau wanita, pekerja kantor atau ibu rumah tangga, usia dan sebagainya. Guna menambah pengetahuan misalnya, dengan rajin mengunjungi acara-acara seminar kesehatan atau berlatih dan mendatangi berbagai klub kebugaran. Gaya hidup sehat dibentuk oleh lingkungan.
Apabila Anda ingin menukar gaya hidup harus dimulai dari lingkungan. Dengan mengubahnya berarti Anda akan memiliki banyak teman untuk berkomitmen menerapkan hidup sehat. Ada baiknya juga untuk mulai serius dan tegas, misalnya membatasi makanan yang digoreng, mengurangi minum yang mengandung gula, kopi, beralkohol, yang dapat memberikan efek yang negatif.
      Tekadkan dalam diri Anda untuk mengonsumsi makanan sehat, sebaiknya konsumsi sayuran dan buah sebagai menu wajib yang sangat membantu mencegah penyakit. Bila diperlukan sebaiknya menyertakan suplemen sebagai tambahan untuk membantu memenuhi nutrisi yang kurang di dalam tubuh. Hal ini lebih bijaksana bila Anda konsultasikan kepada ahli gizi atau dokter keluarga Anda.
     Lalu ada beberapa hal mendasar untuk menopang pola hidup sehat yang dapat Anda upayakan, yaitu pola makan yang seimbang, istirahat, olahraga, bebas dari zat adiktif, dan spiritualitas yang sehat. Memang masih banyak faktor yang tidak dapat Anda upayakan sendiri dengan maksimal, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Misalnya, polusi, Tekadkan dalam diri Anda untuk mengonsumsi makanan sehat, sebagai menu yang wajib. Serangan radikal bebas, limbah industri, dan trace mineral dari sumber makanan. Namun dengan pola hidup sehat yang dapat Anda upayakan sendiri, hasilnya akan meminimalkan dampak buruk dari kungkungan lingkungan yang tidak sehat terhadap diri Anda. Setidaknya, Anda akan memiliki cukup daya tahan terhadap serangan mereka.

 

 

Penulis: Roy Maju Hutasoit, M.Fil.,Roy Maju Hutasoit, M.Fil.,

25 MAY
Phthalate Mengancam Tumbuh Kembang Anak Web Admin RSA

PHTHALATE MENGANCAM TUMBUH KEMBANG ANAK

 

Di era modern ini kita menginginkan segala sesuatu kebutuhan kita praktis, rapi dan ringan serta aman. Banyak kemasan berbagai kebutuhan sehari-hari juga makanan terlebih makanan ringan, dikemas dengan ukuran lebih kecil dan pribadi sehingga menarik dan memudahkan. Kita tidak menyadari ternyata ada zat yang membahayakan bagi kesehatan kita terlebih mengancam tumbuh kembang bagi anak-anak, yaitu  phthalate.

Apakah Phthalate itu?

Phthalate adalah bahan kimia yang ditambahkan kedalam bahan baku plastik untuk meningkatkan elastisitas, tampak transparan dan tahan lama serta tidak mudah retak. Secara kimia  phthalates tidak terikat pada plastik yang ditambahkan sehingga secara terus-menerus akan dikeluarkan ke udara, makanan dan cairan.

Bagaimana Phthalate Masuk Dalam Tubuh?

  • Tertelan

Ketika bayi mengisap jari atau mengunyah suatu benda yang mengandung plastisier ( seperti sebuah teether atau mainan yang biasa dipegang) maka bahan kimia bisa berakhir ditubuh bayi tersebut.

  • Terserap

Ketika menggunakan parfum dan wewangian yang lain, cologne bayi, cat kuku, hair spray, kream, bedak, lotion, dll, bahan kimianya dapat terserap melalui kulit dan masuk kedalam peredaran darah.

  • Terhirup

Phthalate dapat terhirup dari debu atau udara dan juga setiap produk yang melepaskan gas dan produk mengandung vinyl. (misal: ketika anak merangkak dan bermain dilantai yang berlapis vinyl).

Dimana Phthalate Ditemukan?

Phthalate bisa ditemukan pada berbagai jenis produk. Pada produk perawatan diri seperti kosmetik, parfum, lotion, dll. phthalates digunakan untuk membantu menjadi pelumas zat lain, menjadikan lotion menyatu dan lembut pada kulit, dan menjaga wangi bertahan lebih lama. Phthalate juga ditemukan pada mainan anak-anak, baby lotion dan cologne,shampo dan bedak bayi,  benda elektronik seperti komputer, produk perawatan mobil, pembasmi serangga, dan produk rumah tangga termasuk bungkus dan wadah plastik juga tirai mandi, wall paper dan semua produk vinyl.

Apabila membeli barang perlu diperhatikan label, terlebih kandungan/isinya dari kemasan tersebut. Carilah produk yang berlabel bebas Phthalate seperti pada daftar berikut ini:

  • DBP (dibutyl phthalateshalate)
  • DNOP (di-n-octyl phthalateshalate)
  • DiNP (diisononyl phthalateshalate)
  • DEP (diethyl phthalateshalate)
  • BBzP (benzyl butyl phthalateshalate)
  • DEHP (di 2-ethylhexl phthalateshalate)
  • DiDP (diisodecyl phthalateshalate)
  • DnHP (di-n-hexyl phthalateshalate)
  • DMP (dimethyl phthalateshalate)
  • DnOP (di-n-octylphthalateshalate)
  • BPA (Bisphenol A)

Apa Pengaruh Phthalate Terhadap Tumbuh Kembang Anak?

Dalam jurnal yang diterbitkan pada bulan April 2013: “Phthalate Exposure and Children’s Health” memaparkan penelitian yang dilakukan di Asia, Eropa, dan US bahwa Phthalate berpengaruh terhadap hormon reproduksi terlebih pada bayi laki-laki, masa kehamilan ibu lebih panjang sampai 5 hari dari yang normal, menurunkan IQ anak, perkembangan fisik dan mental. Masa kanak-kanak yang terpapar phthalate dapat meningkatkan resiko penyakit alergi dan eksema. Sedangkan penelitian dari enam negara yang lain melaporkan phthalate menyebabkan anak usia 1-6 tahun mengalami perubahan perkembangan fisik dan memiliki tingkah laku seperti anak autis dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder).

Sebuah studi di Februari 2008 yang dikeluarkan pada Journal of Pediatrics, peneliti dari Universitas Washington dan Universitas Rochester mendapati bayi yang ibunya menggunakan produk perawatan bayi seperti lotion, shampoo, dan bedak bayi lebih mungkin memiliki kandungan phthalate dalam urin daripada bayi yang ibunya tidak menggunakan produk-produk tersebut.

Bagaimana Mencegah Terpapar Phthalate?

Mainan 
Hindari mainan yang mengandung PVC yang merupakan bahan pelembut plastik seperti mainan untuk mandi, mainan yang dapat diremas dan boneka, karena terutama terbuat dari bahan vinyl. Pilihlah mainan yang bebas plastik, pilihlah mainan kayu (tidak dicat) dan mainan yang terbuat dari materi tekstil bebas plastik. Periksa mainan , apakah produk mainan tersebut pernah diklaim oleh Komisi Keamanan Konsumen karena berbahaya. Jika Anda memiliki mainan kayu (tidak dicat) sebelum tahun 1978 maka dianjurkan untuk mainannya diganti. Untuk mengetahui mainan yang mengandung produk bahan beracun , Anda dapat melihat di HealthyToys.org.

Botol Bayi , Dot, Teethers dan Cangkir
Pilih yang tidak mengandung PVC, hindari Botol bayi yang terbuat dari plastik polikarbonat yang mengandung bisphenol-A, bahan kimia yang menyerupai estrogen. Pilih botol yang terbuat dari kaca , plastic polypropylene atau plastic polietilen seperti kaca  . Pilih cangkir yang terbuat dari polypropylene atau polietilen.

Alat Makan & Tempat Penyimpanan Makanan
Pilih alat makan yang mengandung kaca, batu dan keramik. Hindari alat makan lama, dan buatan tangan, keramik import. Pilihlah tempat penyimpanan makanan yang terbuat dari kaca, plastik yang dapat didaur ulang dengan symbol 1, 2, 4 , 5. Plastik yang dibuat dari polyethylene terephthalateshalate (PET) atau high-density polyethylene (HDPE) lebih aman daripada yang terbuat dari PVC. Ketika di dalam microwave, gunakan kaca atau bahan yang bebas timah.

Hindari tempat penyimpanan makanan yang terbuat dari PVC dengan symbol 3 (bisa melepaskan phthalates), polycarbonate (7) bisa melepaskan BPA  , atau polyester (6) bisa melepaskan styrene  . Kalau plastik penyimpanan makanan tersebut tidak terdapat symbol daur ulang , periksa pabrik pembuatnya. Gunakan pembungkus plastik yang terbuat dari polyethylene , plastk pembungkus rumah tangga biasanya bebas PVC.

Penutup

Akhir kata semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua terlebih bagi ibu yang sedang hamil atau orang tua yang memiliki bayi dan anak-anak infant, toddler dan usia pra sekolah agar lebih bijaksana dalam memilih, menggunakan serta memberikan bahan-bahan yang bebas dari kandungan phthalate, dan ini boleh menjadi bahan pertimbangan dalam mempersiapkan anak-anak sebagai generasi yang sehat secara fisik, mental, sosial dimasa depan.


18 MAY
Sebuah Sikap yang Sehat Web Admin RSA

Sikap / perilaku adalah sebuah kata yang penting untuk dimengerti pada waktu kita memikirkan tentang kehidupan yang sehat.

Kita mendengar ada sikap yang benar dan ada sikap yang salah. Apakah yang membuatnya berbeda bila kita mempunyai salah satunya ? Sikap itu menentukan bagaimana kita menghadapi kesulitan-kesulitan, masalah-masalah, sakit penyakit, keberhasilan dan pekerjaan. Segala sesuatu yang terjadi pada kita setiap hari. Adalah penting bagi kita untuk mengtahui pengaruh dari perilaku itu sendiri. Orang yang sukses atau gagal tergantung pada bagaimana mereka bereaksi pada situasi kehidupan ini.

 

        Sikap yang angkuh akan menjauhkan kita dari teman. Sikap yang mencurigakan akan merenggangkan persahabatan. Yang lebih penting lagi, sikap-sikap tersebut berpengaruh pada kesehatan kita. Tingkah laku apakah yang merusak ?

 

         Ketika Anda diabaikan dan sementara orang lain mendapatkan promosi, bagaimana perasaanmu ? Ketika Anda diberitahu Bahwa penyakit gula Anda mempengaruhi mata Anda dan secara perlahan-lahan kehilangan penglihatan, apakah yang Anda pikirkan di benak Anda ?

 

         Banyak orang menjadi sangat tidak enak, marah, dan jengkel. mereka berbicara tidak ramah pada orang yang mereka sayangi. Mereka menjadi tidak sabar, bahkan mereka menjadi marah pada Tuhan. Yang lain beralih ke Obat-obat bius, Alkohol, atau berbagai jenis makanan untuk melupakan  semua itu.

Bahkan yang lainnya lagi berpikir seperti tidak ada yang berubah seperti burung unta dengan kepalanya di pasir seolah-olah tidak ada masalah apapun.

Kadang-kadang penting bagi kita untuk merasakannya sendiri sampai kita sudah siap menghadapi situasi dan melihat apa yang baik dari situ, bagaimana  Tuhan akan mengubah situasi atau masalah-masalah yang terjadi.

Sehingga kita membuat lebih dekat kepadaNya dan mengajarkan kita untuk lebih mengandalkanNya.

       

        Pada waktu kita melakukan hal tersebut , kita tidak akan menanggung beban sendirian tetapi kita mendapat pertolongan yang terbaik di dunia ; Kekuatan dan pertolongan dari Tuhan sendiri. Masalah dan rasa sakit adalah bagian yang normal dalam kehidupan  , tetapi dengan pertolongan Tuhan, kita dapat menerima tanggungjawab untuk mengatasi dengan bijak dan mempunyai jalan keluar dalam menyelesaikan masalah-masalah kita.

Ketidakmampuan untuk menerima kenyataan bahwa kepedihan dan kesulitan-kesulitan itu merupakan hal yang biasa dalam hidup ini, dapat membawa kita pada rasa sakit pikiran, bahkan juga pada masalah kesehatan tubuh dan penyakit lain. Lebih dari seratus tahun yang lalu  seorang penulis terkenal Ellen G. White menuliskan :

 

“ Penyakit pikiran terjadi dimana-mana. Sembilan dari sepuluh penyakit yang diderita   manusia berasal dari pikiran “

 

        Stress adalah sesuatu yang normal yang sering kita alami yang memungkinkan kita tidak dapat melakukan pekerjaan kita, mengadakan janji yang tepat waktu , dll.

Jika kita larut atau terbawa dengan masalah-masalah itu dan lupa untuk minta pertolongan Tuhan, tekanan ini bukan lagi stress yang baik tetapi merupakan tekanan.

Semua ini bisa membuat kita sakit tulang belakang, pusing-pusing, tekanan darah tinggi, dll.

 

        Para peneliti mengatakan Bahwa walaupum pola hidup berubah seperti, makan makanan yang bergizi, memulai latihan aerobik, tidur 6-8 jam setiap malam, berpantang pada alkohol, rokok dan obat-obat berbahaya lainnya, jika tingkat tekanan atau stress tetap tinggi, untuk jadi sehat sangatlah lamban. 44 juta orang Amerika menderita karena tekanan darah dan 7 juta orang lainnya menderita penyakit-penyakit ringan, dimana kedua kondisi ini disebabkan karena stress yang begitu lama yang tak terselesaikan.

 

Sebab itu, sangatlah penting untuk kita ketahui bagaimana mengatasi masalah yang kita hadapi tanpa mengalami stress. Kecemasan / rasa cemas dapat menyebabkan masalah kesehatan.

 

“ Pikiran, merupakan faktor penentu dalam kesehatan “

 

        Pikiran merupakan faktor penyebab penyakit, dan pada saat yang sama pikiran kita juga menjadi faktor yang menentukan bagi kesehatan. Anda dapat meningkatkan kesehatan Anda dengan memiliki kebahagiaan dalam hati Anda.

Suatu eksperimen telah dilakukan di UCLA ( Universitas California Los Angeles ) dimana dua sampel / contoh darah yang diambil dari seorang sukarelawan. Contoh darah pertama digunakan sebagai dasar dan kemudian contoh darah kedua diambil 5 menit kemudian .

Selama masa berselang, orang tersebut diberikan suatu keadaan dimana dia dapat merasakan sesuatu yang menyenangkan, dan secara umum mengalami emosi yang sehat .

Pemikiran yang menyenangkan tersebut dirasakan sebagai kekuatan (penguat) dan perangsang. Dalam waktu yang hanya 5 menit, hasilnya menunjukkan 5 % peningkatan secara menyeluruh pada komponen sistem kekebalan, apakah itu sel Polymorphonuclear (sel pembuluh) atau getah bening, dsb.

 

  • Peningkatan terendah pada NK sel sebanyak 30% ( NK sel adalah salah satu komponen pada sistem kekebalan yang memiliki kapasitas pelindung untuk melawan sel kanker ).

 

  • Peningkatan tertinggi adalah T lymphocytes sebanyak 200% ( T lymphocytes adalah pengaruh utama dan sel pengatur pada sistem kekebalan ).

 

  • Suatu eksperimen yang berbeda yang dilakukan oleh Dr.Lee S.Berk dari Rumah Sakit Universitas Loma Linda, ditemukan bahwa pada saat seseorang mengalami emosi yang positif, ada suatu perubahan dalam produksi hormon.

 

  • Peningkatan yang berarti dalam pembiakan sel-sel kekebalan tubuh, begitu sel kekebalan kita meningkat, kita memiliki kekebalan yang lebih baik.

 

  • Peningkatan sel kekebalan disertai dengan tanda penurunan pada Kortisol, ( Kortisol adalah suatu hormon yang kita ketahui memiliki kemampuan untuk menekankan kekebalan ).

“ Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang “

 

Pikiran memang faktor penentu dalam memiliki suatu kehidupan yang sehat. Pertanyaannya adalah : Bagaimana kita mengontrol pikiran kita supaya bebas dari stress, ketegangan, kegelisahan, kesedihan, rasa bersalah dan memiliki hati yang gembira dan pikiran yang damai untuk memperoleh kesehatan yang optimal ? Jawabnya ialah melalui Tuhan !!!

 

Ya, hanya melalui Tuhanlah kita dapat memperoleh sukacita, memiliki pikiran yang damai. Hanya Tuhanlah yang dapat memberi kita kelegaan sejati pada saat kita dibebani beban berat, yang memberikan pikiran damai.

 

 

 Sumber bacaan : Buku Ellen G. White

© 2017 RS Advent Bandung