Customer Service (022) 2034386 | IGD (022) 2038008

RUMAH SAKIT ADVENT

Info & Kesehatan

Berita & Informasi


Berita dan informasi terbaru seputar kesehatan dan Rumah Sakit Advent Bandung
08 JAN
Dispepsia admin

Apa it Dispepsia?

Merupakan kumpulan keluhan/gejala klinis yang terdiri dari rasa tidak enak/ sakit diperut bagian atas yang menetap atau mengalami kekambuhan keluhan refluks gastroesofagus klasik berupa rasa panas di dada.

Gejala Dispepsia

  1. Nyeri perut (abdominal discomfort)
  2. Rasa perih di ullu hati
  3. Mual, kadang-kadang sampai muntah
  4. Nafsu makan berkurang
  5. Rasa lekas kenyang
  6. Perut kembung
  7. Rasa panas di dada dan perut
  8. Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba)

Penyebab Dispepsia

  1. Perubahan pola makan
  2. Pengaruh obat-obatan yang dimakan secara berlebihan dan dalam waktu yang lama
  3. Alcohol dan nikotin rokok
  4. Stres
  5. Tumor atau kanker saluran pencernaan

 

Pemeriksaan Penunjang

  • Endoskopi sakuran cerna bagian atas dan biopsy
  • USG Abdomen
  • Laboratorium

Bila ada pertanyaan hubungi dokter Anda/

Diet

Diet lunak, mudah cerna, tidak merangsang pencernaan serta banyak minum. Hindari makanan yang bergas atau asam.


Panduan Pasien Pasca Rawat Inap

Obat

Konsumsi obat yang diberikan dokter untuk perawatan di rumah secara teratur sesuai instruksi dokter.

Kegiatan

  • Istirahat
  • Menghindari kegiatan fisik yang berlebihan
  • Olahraga teratur selama 30 menit, 2-3 kali/ minggu

Pencegahan di Masa Mendatang

  • Menghindari makanan dan minuman yang dapat mengganggu pencernaan atau tidak higienis.
  • Menghindari stress fisik dan psikologis.

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

05 JAN
STROKE admin

Apa itu Stroke?

Defisit neurologis berhubungan dengan aliran darah serebral yang disebabkan oleh oklusi atau stenosis pembuluh darah embolisme, trombosit, atau hemarogi yang dapat mengakibatkan iskemia.

Stroke terbagi 2 (dua):

  • Stroke PIS

Pendarahan intra serebral terjadi spasme pembuluh darah yang menimbulkan iskemik, lunaknya jaringan otak serta rekrosin dinding pembuluh darah sehingga timbul pendarahan yang bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah

  • Stroke Infark

Tanpa pendarahan yang disebabkan iskemik selebri thrombosis selebri dan emboli selebri yang berakibat otak mengalami anoxia dan hypoxia serta dapat menyebabkan kematian jaringan otak

 Penyebab Stroke

  • Hipertensi/darah tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Jantung
  • Obesitas/ kegemukan
  • Pola aktivitas yang kurang baik
  • Perokok atau peminum alcohol
  • Hiperkolesterol
  • Trauma kepala

Gejala stroke

  • Ganggguan tonus otot, terjadi kelemahan umum
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan tingkat kesadaran
  • Gangguan irama jantung
  • Emosi labil
  • Kesulitan menelan
  • Gangguan rasa pengecapan dan penciuman
  • Gangguan fungsi bahasa (kesulitan mengungkapkan kata)

Pemeriksaan Penunjang

  • CT Scan: akan dapat menemukan daerah yang kepadatannya menurun, digunakan unutk membedakan adanya perdarahan infark, iskemia, hematom, odema.
  • Angiografi: digunakan untuk mencari penyumbatan darah dan menentukan penyebab

 Penanganan Stroke

  1. Segera penderita dibawa ke RS untuk penanganan yang tepat.
  2. Penderita akan dilakukan pemeriksaan CT Scan otak untuk menentukan jenis stroke yang dialami.
  3. Terapi yang diberikan sesuai dengan jenis stroke yang dialami
  4. Fisioterapi secara rutin.

 Pencegahan Serangan Stroke

  1. Pola makan sehat

Hindari:

  • -Kolesterol   : Lemak, santan, gajih, gorengan.
  • -Asam urat    : jeroan, udang, kepiting, kacang, emping.
  • -Rokok, alcohol, dan kopi.
  • -Sayur-sayuran dan buah-buahan
  • -Penyakit darah tinggi
  • -Penyakit kencing manis
  • -Penyakit jantung
  • -Kadar lemak darah tinggi

Dianjurkan :

  1. Pola hidup sehat
  • –Olahraga teratur
  • –Tidur teratur
  • –Hindari kegemukan
  • –Pikiran rileks
  1. Kendalikan faktor risiko
  1. Minum obat untuk memperlancar aliran darah, secara teratur agar terhindar dari serangan stroke berikutnya.

Panduan Pasien Pacsca Rawat Inap

  • -Perawatan fisik
  • -Terapi bicara
  • -Terapi Bahasa
  • -Pelayanan medis atau psikologis khusus
  • -Rekreasi terapeutik

Latihan Pergerakkan Anggota Tubuh yang Mengalami Kelemahan/ Kekakuan

  • Ubah posisi minimal setiap 2 jam (terlentang, miring kanan, miring kiri)
  • Lakukan rentang gerak aktif dan pasif pada tangan dan kaki
  • Perhatikan kulit terutama pada daerah-daerah yang menonjol
  • Sokong tangan dan kaki dalam posisi fungsional

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD


01 JAN
Gastritis (Maag) admin

Apa itu Gastritis?

Gastritis biasanya orang awam mengenalnya sebagai Maag, merupakan peradangan yang terjadi akibat meningkatnya sekresi asam lambung yang mengakibatkan iritasi/perlukaan pada lambung.

Macam Gastritis:

  • Gastritis Akut
  • Gastritis Menahun

Penyebab Gastritis

  • Stress
  • Mengkonsumsi alcohol
  • Merokok
  • Obat-obatan (terutama obat pengurang rasa sakit)
  • Infeksi, bakteri, atau virus.
  • Sekresi cairan pancreas atau empedu yang mengalir kembali ke lambung.
  • Bahan- bahan yang bersifat korosif (merusak)
  • Terlambat makan

Bagaimana gejalanya?

  • Akut
  • Kronis

Peradangan lapisan dalam lambung yang bersifat akut. Lapisan dalam ini mengalami luka-luka.

Tanda dan gejala:

  • Nyeri ulu hati
  • Bila ulu hati ditekan, akan terasa nyeri
  • Mual dan ingin muntah
  • Tidak nafsu makan

Peradangan lapisan dalam lambung yang bersifat menahun.

Tanda dan gejala:

  • Nyeri ulu hati dan bisa berkurang bila sudah ada makana yang masuk
  • Nyeri bisa disertai dengan mual dan muntah
  • Tidak selera makan dan badan kurus
  • Tidak tahan makanan yang berbumbu atau mengandung banyak lemak

Bila ada pertanyaan hubungi dokter Anda.

Diet

  • Membuat jadwal serta pola makan teratur jumlah atau porsi kecil-kecil.
  • Hindari konsumsi makanan pemicu asam lambung seperti: makana pedas,tart, keju, nangka, durian, kedondong, kol, sawi, dll.
  • Jangan minum-minuman yang memicu produksi asam lambung, seperti: sari buah sitrus, kopi, minuman beralkohol, anggur putih, dll.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang Gastritis:

  • Kadar serum gastrin rendah atau normal, atau meninggi pada gastritis kronik yang berat.
  • Endoskopi dengan menggunakan gastroscopy untuk melihat kelainan mukosa lambung.

Penting Diingat!

  • Makan dengan gizi seimbang 3 kali sehari
  • Makan snack di antara waktu makan
  • Hindari makan-makanan yang dapat memperberat nyeri
  • Lakukan relaksasi dan hindari stress
  • Sediakan obat antasida
  • Berhenti merokok

Apa yang Dilakukan Untuk Mencegahnya?

  • Berikan antasida untuk gejala awal yang dirasakan
  • Usahakan konsumsi makanan yang dihaluskan (bubur, agar-agar, sup krim)
  • Hindari makanan yang dapat merangsang (cabe, merica, dan asam-asaman atau makanan yang berminyak)

Jangan Lupa Kontrol!

Kontrol ulang ke dokter spesialis penyakit sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Bila khawatir tentang kondisi Anda, segera periksakan ke dokter atau langsung ke UGD

07 DEC
LIMA CARA MEREDAKAN KECEMASAN Diterjemahkan secara bebas dari Newsletter “A Healthy Tomorrow”, edisi Januari dan Februari 2017 - Loma Linda University Health.

Bisa jadi tanggung jawab anda begitu banyak.  Anda selalu merasa kuatir dengan pekerjaan, keluarga, keuangan atau kesehatan Anda.  Jika Anda merasakan tekanan  dengan hal-hal tersebut, sebenarnya Anda tidak sendirian: Dalam sebuah survei yang dilakukan baru-baru ini, satu dari empat orang di Amerika mengatakan bahwa mereka mengalami stres pada bulan sebelumnya.

Jika hal itu juga sedang anda alami saat ini maka cobalah lima teknik berikut ini untuk meredakan kekuatiran dan mampu mengendalikan situasi.

1.  Bergerak!

Meredakan stres secara mental dengan jalan kaki selama 20 menit. Anda akan merasa lebih baik hanya dalam lima menit.  Jika anda tidak suka jalan kaki,  aktivitas fisik lainnya juga bisa seperti mengendarai sepeda statis, atau pergi berenang agar bisa membantu.

2. Olah Napas.

Bersikap tenang, tarik napas yang dalam akan dapat mendorong kemampuan alami tubuh Anda untuk rileks.  Cobalah menarik napas perlahan dan dalam, dan dilakukan berulang kali untuk beberapa menit.  Biarkan perut Anda naik dengan perlahan saat Anda menarik napas dan turun perlahan saat Anda menghembuskannya.

3. Buat daftar Prioritas.

Hapus hal-hal dari daftar yang harus anda dikerjakan (to-do list) yang bisa ditunda (atau dapat ditangani orang lain). Kemudian kerjakan item yang paling penting. Dan tepuklah punggungmu seperti orang lain biasa lakukan setiap hari untuk apa yang telah Anda selesaikan, dari pada mengomel untuk apa yang tidak terselesaikan.

4. Matikan berita.

Hindari untuk menonton TV, membaca majalah/koran atau mendengar berita radio, apalagi kalau itu berita tentang kekerasan atau sesuatu yang dapat mengganggu pikiran, sebab dapat menambah perasaan stress.

5. Bersosialisasi.

Jangan mengisolasi diri sendiri. Jumpai orang-orang yang dekat dengan anda, bersenang-senanglah dengan mereka, dapatkan dukungan dari mereka yang mau mendengarkan keluhanmu.

01 NOV
PERESMIAN NEUROSURGICAL CENTER DAN PENGGUNAAN 2 KENDARAAN AMBULANCE YANG BARU Admin

PERESMIAN NEUROSURGICAL CENTER DAN

PENGGUNAAN 2 KENDARAAN AMBULANCE YANG BARU

 

NEUROSURGICAL CENTER

Rumah Sakit Advent Bandung kembali bersyukur atas berkat Tuhan dengan penambahan pelayanan maupun fasilitasnya.  Diawal bulan Nopember 2017 telah diadakan peresmian terhadap layanan baru yaitu Neurosurgical Center.  Suasana gembira nampak di wajah Pengurus dan Direksi serta seluruh PSP (Pimpinan dan Staf, Pelaksana) yang hadir dimana acara tersebut diawali dengan renungan firman Tuhan oleh Pdt. S. Sarjono.

Dalam renungannya Pdt. S. Sarjono mengulas tentang doa seorang tokoh Alkitab perjanjian lama yang bernama Yabes.  Doa mohon berkat yang berkelimpahan, perluasan wilayah dan perlindungan.  Hal ini juga merupakan harapan RS. Advent Bandung.  Dengan penambahan layanan ini maka doa dan harapan kami bersama adalah bahwa Tuhan akan memberkati dengan limpah pelayanan ini untuk menjadi saluran berkat juga bagi pasien yang datang.

Dalam sambutannya Dr. dr. Roy D. Sarumpaet, Sp. THT-KL., Direktur RS. Advent Bandung, begitu antusias menjelaskan bahwa tambahan layanan Neurosurgical ini sebagai salah satu kebutuhan masyarakat yang penting dan bahwa kita beruntung karena tenaga-tenaga yang ahli dibidangnya berkomitmen untuk mensukseskan layanan baru ini.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Bpk. B. F. Sihotang, MBA, Ketua Umum Pengurus Yayasan RS. Advent Bandung serta mengajak semua karyawan untuk selalu bersyukur kepada Tuhan.  Berkat Tuhan selalu diberikan bagi kita dan tambahan layanan ini biarlah dapat digunakan dengan maksimal untuk melayani masyarakat.

 

DUA UNIT AMBULANCE

Setelah selesai dari lantai 7 untuk mendoakan ruangan dan fasilitas untuk Neurosurgical Center maka semua berpindah ke lantai dasar / basement dimana dua unit kendaraan ambulance yang baru berada.

Sambutan oleh Wakil Direktur Keuangan sekaligus sebagai Bendahara Pengurus Yayasan mengatakan bahwa ini adalah realisasi rencana kerja dan merupakan terobosan yang disampaikan oleh Direktur dengan memesan sekaligus 2 ambulance yang tidak terlalu besar agar lebih gesit dan lincah masuk ke tempat-tempat yang jalannya kecil.  Satu ambulance akan digunakan di Klinik Pratama Advent yang berlokasi di Tamansari.

Dr. dr. O. Tampubolon, MHA sebagai Sekretaris Umum Pengurus Yayasan juga menyambut dengan baik pengadaan ambulance ini dan mengajak semuanya untuk selalu mensyukuri berkat-berkat Tuhan kepada Rumah Sakit Advent Bandung.

 

Harapan kita bersama bahwa dengan penambahan pelayanan dan fasilitas yang baru akan menambah semangat kita melayani sesama untuk menjadi provider layanan kesehatan yang unggul di kota Bandung.

  

05 NOV
Pengapuran Sendi atau Osteoartritis Web Admin RSA

Apa itu osteoartritis (OA)?

           Osteoartritis adalah suatu penyakit kronis yang mengenai sendi dan tulang di sekitar sendi tersebut. Masyarakat awam mengenal osteoarthritis sebagai pengapuran sendi.  

Dulu OA dianggap penyakit degeneratif, atau penyakit orang tua karena sendi menjadi aus atau usang, namun dewasa ini diketahui melalui penelitian-penelitian ternyata selain akibat aus terdapat proses peradangan yang mempengaruhi kerusakan pada sendi tersebut, walaupun peradangan yang terjadi tidak sehebat penyakit radang sendi yang lain seperti artritis reumatoid.

Selain diakibatkan oleh aus, osteoartritis juga dapat disebabkan oleh karena trauma atau akibat dari penyakit sendi yang lain (sekunder). Tulang rawan yang terdapat di antara sendi berfungsi sebagai bantalan pada saat sendi dipakai, namun karena bagian ini rusak maka permukaan tulang pada sendi tersebut saling beradu sehingga timbul rasa nyeri, bengkak dan kaku.

Gejala klinis

            Keluhan yang dirasakan pasien OA adalah nyeri pada sendi, terutama sendi yang menyangga berat tubuh (seperti sendi lutut atau pinggang). Nyeri terutama dirasakan sesudah beraktivitas menggunakan sendi tersebut, dan berkurang jika istirahat.

Kadang-kadang timbul rasa kaku di sendi tersebut pada pagi hari sesudah bangun tidur, berlangsung kurang dari 30 menit. Kaku ini akan membaik setelah digerak-gerakkan beberapa saat. Bila digerakkan bisa terdengar bunyi “krek” krepitus. Setelah beberapa waktu kemudian penyakit ini dapat memberat sehingga terasa nyeri juga pada saat sedang istirahat. Penekanan pada beberapa bagian tertentu di sekitar sendi yang nyeri akan terasa sakit. Gerak sendi juga menjadi terbatas karena nyeri.

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat menegakkan diagnosis OA, namun pemeriksaan radiologi (rontgen) dapat membantu, walaupun hasilnya seringkali tidak sesuai dengan gejala yang dirasakan pasien. Pada rontgen dapat terlihat gambaran celah sendi yang menyempit, tumbuh tulang kecil (osteofit) dan terjadi sklerosis (pengapuran) disekitar sendi yang terkena tersebut.

 

Faktor risiko OA

          Usia tua merupakan salah satu faktor risiko terjadi OA. Hampir semua orang di atas usia 70 tahun mengalami gejala OA ini, dengan tingkat nyeri yang berbeda-beda. Sebelum usia 55 tahun perbandingan OA pada pria dan wanita sebanding, namun pada usia di atas 55 tahun lebih banyak pada wanita.

Faktor risiko lain adalah riwayat keluarga dengan OA, berat badan berlebih, pekerjaan yang membutuhkan jongkok atau berlutut lebih dari 1 jam/ hari. Pekerjaan mengangkat barang, naik tangga atau berjalan jauh juga merupakan risiko.

Olah raga yang mengalami trauma pada sendi seperti sepak bola, basket atau voli juga meningkatkan risiko OA. Beberapa penyakit lain yang bisa menimbulkan OA sekunder antara lain artritis reumatoid, gout, hemofilia.

 

Pengobatan

          Osteoartritis tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini biasanya makin lama makin memburuk sejalan dengan usia. Tetapi keluhan OA dapat dikontrol sehingga penderita OA dapat beraktivitas seperti biasa dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa rasa nyeri. Beberapa obat dapat membantu perlambatan kerusakan yang terjadi, mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Selanjutnya jika tetap nyeri walaupun sudah menjalani semua prosedur pengobatan maka pilihan terakhir adalah operasi. Pemasangan sendi palsu pada sendi yang rusak itu dapat membantu pasien-pasien yang tidak respon terhadap terapi.

 Terapi Non Farmakologis:

 

Edukasi:

              Pertama-tama penderita OA harus mengerti dulu apa yang terjadi pada sendinya, mengapa timbul rasa sakit dan apa yang perlu dilakukan, sehingga pengobatan OA dapat berhasil. Pada saat beraktivitas terasa nyeri dan jika istirahat nyeri hilang, sehingga banyak penderita memilih diam, seminimal mungkin melakukan aktivitas agar tidak nyeri, hal ini kurang tepat karena otot-ototnya akan menjadi lemah kalau jarang digunakan, selanjutnya beban ke sendi akan menjadi lebih berat dan pada saat berjalan/ bangun dari duduk nyeri semakin hebat. Pasien OA harus berusaha agar tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari, latihan dan tidak menjadi beban bagi orang di sekitarnya, karena itu edukasi sangatlah penting dalam penanganan penyakit OA ini.

Selain itu penderita harus hati-hati menggunakan obat-obat “stelan”atau beberapa macam “jamu” yang dijual bebas dengan promosi “ dapat menghilangkan rematik atau asam urat” Campuran yang terdapat dalam obat-obat ini kadang dapat berbahaya bagi pasien yang mengkonsumsikannya. Efek samping yang terjadi adalah mata rabun, tulang keropos, tensi darah meningkat, lambung luka bahkan ada yang sampai muntah darah, ginjal terganggu dan bahkan sampai fatal dan menyebabkan kematian. Hindari penggunaan obat-obat seperti ini.

Kompres:

           Jika sendi sedang bengkak maka pilihannya adalah kompres dingin, dan jika sudah teratasi atau rasa kaku maka pilihannya adalah kompres hangat

Menjaga berat badan ideal:

Penting memperhatikan berat badan (BB). Jika BB berlebih harus diturunkan sampai BB ideal. Berat badan yang berlebih akan menjadi beban bagi sendi-sendi yang menopang tubuh, sehingga semakin nyeri.

 

Diet yang seimbang:

          Selama ini banyak mitos yang beredar di masyarakan mengatakan bahwa makan sayur-sayuran hijau atau kacang-kacangan dapat menyebabkan nyeri sendi, hal ini tidaklah tepat. Sayur-sayuran dan kacang-kacangan tidak menyebabkan nyeri sendi. Tidak ada makanan tertentu yang menyebabkan nyeri pada OA, namun makan yang berlebihan sehingga berat badan meningkat akan menambah nyeri, karena menambah beban pada sendi untuk menopang berat badan.

 

Perubahan gaya hidup:

          Hindari posisi atau keadaan yang menimbulkan trauma pada sendi seperti jongkok, lompat, lari, terlalu sering naik-turun tangga atau berdiri terlalu lama.  Tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Jika timbul nyeri istirahatlah sejenak, atasi nyerinya dan kembali beraktivitas. Jika pekerjaan Anda menimbulkan nyeri maka harus melakukan penyesuaian terhadap pekerjaan tersebut, contohnya jika memasak di dapur dan saat berdiri lama timbul nyeri maka usahakan pada saat menyiapkan masakan dapat dikerjakan dalam posisi duduk, sehingga tidak berdiri terlalu lama di dapur. Contoh lain, jika biasanya mencuci baju dalam posisi jongkok, maka gunakan kursi pendek untuk duduk saat mencuci sehingga dapat mengurangi trauma pada lutut.

 

Latihan 

            Menggunakan otot-otot, terutama otot paha bagi mereka yang mengalami OA pada lututnya merupakan terapi yang baik. Cara latihan adalah dalam posisi berbaring terlentang lalu angkat kaki lurus (lutut tidak ditekuk) setinggi 30 derajat lalu pertahankan sampai 8 hitungan (10 detik) kemudian turunkan dan ganti ke kaki sebelahnya. Lakukan secara bergantian selama beberapa kali. Latihan ini dapat menguatkan otot paha jika dilakukan berulang-ulang beberapa kali dalam sehari dengan jumlah yang meningkat secara bertahap dari hari ke hari.

Latihan yang lain adalah menaruh handuk di bawah lutut, lalu dalam posisi berbaring terlentang atau duduk, menekan handuk tersebut dengan cara mengencangkan otot-otot paha kemudian ditahan dalam 8 hitungan (10 detik) kemudian direlaks kan lagi, bergantian paha kiri dan kanan. Latihan ini dilakukan bertahap dan semakin hari semakin meningkat frekuensinya.

 

Olah raga:

         Pilihan olah raga yang dianjurkan pada pasien OA adalah berenang dan bersepeda, kedua olah raga ini tidak menggunakan beban berat tubuh sehingga mengurangi nyeri sendi. Jika tidak memungkinkan untuk kedua olah raga tersebut maka jalan kaki di tempat yang datar dan rata dapat dilakukan dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing penderita.

Alat bantu:

Menggunakan alat bantu untuk sendi seperti tongkat, walker, dan “deker”atau suatu alat pelindung untuk sendi dapat membantu dalam melakukan aktivitas. Konsultasikan dengan dokter mengenai pilihan alat bantu yang tepat dengan keadaan OA yang diderita.

 

Terapi Farmakologis:

          Parasetamol: merupakan pilihan obat yang cukup aman untuk mengobati OA, kecuali pada mereka yang alergi terhadap obat ini. Obat yang dikenal sebagai tablet penurun panas ini mempunyai efek mengurangi rasa nyeri sehingga dapat digunakan pada OA. Pasien OA perlu mendapat anti nyeri selama waktu tertentu sehingga bisa kembali beraktivitas, melakukan latihan terhadap otot-ototnya supaya otot-ototnya menjadi kuat dan mengurangi beban terhadap sendinya.

 

  •      Obat anti inflamasi non steroid: Penggunaan obat-obat ini harus melalui konsultasi dengan dokter. Efek samping obat-obat golongan ini terutama mengenai lambung, ginjal dan jantung, karena itu sebelum digunakan harus berkonsultasi dengan dokter. Obat golongan ini dapat mengurangi radang yang terjadi di sendi dan sekitarnya, sehingga rasa nyeri akan jauh berkurang.

  •      Obat-obat suplemen: glukosamin, kondrotin, diacerin dan kapsaisin dll, merupakan suplemen untuk OA yang banyak ditemukan dalam masyarakat. Meskipun relatif aman namun sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter, bagaimana manfaatnya, sampai kapan boleh digunakan dan efek apa yang harus diperhatikan.

  •         Suntikan hyaluronat: obat ini diberikan dalam bentuk suntikan langsung ke dalam rongga sendi, berfungsi sebagai pelumas dan menambah cairan sendi. Penggunaannya harus hati-hati dan hanya boleh dilakukan oleh dokter yang ahli dalam menyuntikannya, karena jika tidak tepat atau kurang steril maka akan berbahaya bagi pasiennya. Ada beberapa macam obat dengan kekentalan yang berbeda-beda sehingga penyuntikannya ada yang sekali, atau 2 sampai 5 kali suntik dengan jarak 1x seminggu.

  •      Suntikan kortikosteroid: Obat ini dapat digunakan pada keadaan sendi yang meradang dan bengkak. Dokter akan menyuntikan obat ini setelah mengeluarkan terlebih dahulu cairan berlebihan dari sendi yang bengkak, fungsinya sebagai anti radang. Penggunaan obat ini juga harus hati-hati maksimal 3 kali dalam setahun, karena kalau terlalu sering malah berakibat kerusakan pada sendi itu sendiri (steroid artropati).

 

Terapi bedah

Operasi atau tindakan bedah merupakan alternatif terapi bagi penderita OA yang sudah tidak respon dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi di atas. Beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain adalah:

  • Artroskopi: menggunakan alat kecil yang dimasukan ke dalam rongga sendi untuk membersihkan tulang rawan yang rusak

  • Sinovektomi: operasi untuk mengatasi jaringan sendi yang mengalami peradangan

  • Osteotomi: operasi yang dilakukan terhadap salah satu bagian tulang sehingga posisi dan letaknya menjadi lebih baik dan mengurangi rasa nyeri pasien.

  • Penggantian sendi: operasi menggantikan sendi yang rusak dengan sendi baru yang terbuat dari bahan metal.

01 SEP
Pencegahan Luka Borok Tekan Web Admin RSA

Apakah itu Luka Borok Tekan?

Luka yang terjadi pada kulit dengan/tanpa bagian dibawahnya yang biasa terjadi di atas tulang yang menonjol akibat dari penekanan, gesekan, atau  pergeseran pada kulit.


Di mana saja Luka Borok Tekan bisa terjadi?



Mengapa Luka Borok Tekan bisa terjadi?


Siapa saja yang berisiko?


  • Usia Tua

  • Gizi buruk

  • Kencing manis

  • Immobilisasi (tirah baring lama)

  • Demensia (pikun)

  • Penurunan kesadaran

  • Kulit yang terlalu kering akibat kurang minum

  • Kulit yang terlalu lembab akibat mengompol


Bagaimana Mencegahnya?

  1. Sadari adanya risiko pada pasien

  2. Perhatikan  kondisi kulit pasien

    1. Jaga kelembaban kulit dengan cara mengoleskan body lotion, cukup minum, mandi dengan sabun yang mengandung moisturizer

    2. Jangan memijat atau menggosok daerah tonjolan tulang

    3. Hindari penggunaan pampers

    4. Cebok dengan tissue basah non alcohol, jangan diusap dengan kasar

3. Pemberian nutrisi yang cukup untuk pasien

       a. Tawarkan minum sesering mungkin

       b. Berikan makanan tinggi protein


17 AUG
Upacara Perayaan Kemerdekaan RI yang ke 70 Web Admin RSA

Bpk Thomas Trisno Memimpin Uparaca Perayaan Kemerdekaan RI yang ke 70.. Semua Karyawan Rumah Sakit Advent Bandung begitu antusias untuk ikut serta dalam Upacara Perayan Kemerdekaan ini.


© 2017 RS Advent Bandung